Rabu, 11 Juli 2018

Analisa Mendalam Pakar Olahraga, Arifuddin Usman Tentang Filosofi dan Prediksi Juara Piala Dunia 2018


KNEWS, MAKASSAR - Dalam kontestasi pergelaran piala dunia 2018, Menurut pakar olahraga Arifuddin Usman, bahwa setiap cabang olahraga mengajarkan tentang sebuah prinsip fairplay.

"Cabang olahraga apa saja mengajarkan dan menjadi sebuah prinsip harga mati namanya Fairplay atau kejujuran bermain, baik itu cabor body contak maupun tidak" Katanya, Rabu 11 Juli 2018.

Menang atau kalah buka menjadi persoalan utama, tetapi jiwa sportifitas adalah penentu integritas dunia olahraga.

"Akhir dari suatu proses adalah produk sukses karena kemenangan dan kurang beruntung karena gagal meraih kemenangan bermuara pada pemeliharaan atau menjaga cita-cita luhur eksistensi olahraga yakni berangkulan, salaman baik itu lahiriah maupun bathiniah yang membuang jauh sifat dendam atau penghambat tumbuhkembangnya jiwa besar secara personality" Urai Arifuddin yang tak lain adalah Pembantu Rektor III Universitas Negeri Makassar (UNM).

Mantan dekan FIK UNM ini juga membeberkan, tak dapat dipungkiri antara olahraga dan politik memiliki kesamaan makna.

"Terkait olahraga dan politik pada aspek tertentu saling memberi makna, misalnya orang partai memberi contoh terkait kesabaran, caci maki, terpojok oleh cemohan, terpinggir oleh sunggingan tetap tampil dengan tenang dan kharismatik yang bermuara rekruitmen suara atau pilihan, begitu pula pada aspek fairplay atau kejujuran bermain harus ada pada orang partai, hanya saja baru sebatas jujur pada dirinya atau komunitasnya bukan untuk orang lain" Ujarnya.

"Misalnya konsultan lembaga survei sangat jujur pada pemangku kepentingan tetapi tidak untuk lawan kompetisinya karena alasan perang urat saraf" Tambahnya.

Dalam analisanya, catatan sejarah menjadi catatan penting untuk meraih kemenangan pada kompetisi sepakbola.

"Jadi muara sepakbola dengan prestasi tertinggi tidak dilihat hanya torehan sejarah seperti Brasil, Argentina, Jerman dan negara lainnya harus ada di semi final dan akhirnya produk juara, tetapi yang harus dipegang adalah sepakbola moderen yang mampu mengikuti perkembangan IPTEKDOK (Ilmu pengetahuan teknologi dan kedokteran) dan IMTAQ (Iman dan Takwa)" Jelasnya saat dikonfirmasi awak media.

"Sehingga itulah pemain sepakbola moderen tampil dengan tenang, mental yang cukup, teknik dan strategi yang mumpuni sebagai upaya keras bagi tim dan tentu produk yang dicapai karena atas kehendak Allah SWT" Tutupnya.

Sebelumnya, pakar olahraga ini pernah menyampaikan analisa saat kontra Brasil lawan Belgia bahwa urutan juara adalah 1. Prancis, 2. Kroasia, Belgia, 4.Inggris. Hingga kini Prancis berhasil lolos ke partai final, akankah prediksinya benar, kroasia menang melawan Ingggris ? Kita nantikan dini hari nanti. Selamat menyaksikan.

Sebelumnya
Selanjutnya