Jumat, 20 Juli 2018

Ojek "Online" Akan Demo Saat Pembukaan Asian Games

KNEWS, JAKARTA - Polri meminta semua pengemudi ojek online tak mengedepankan kepentingan kelompok dan pribadi. Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya ancaman aksi unjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018. "Ini (Asian Games) adalah perhelatan akbar menjaga nama baik bangsa dan negara," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiropenmas) Divhumas Polri Brigjen (Pol) M Iqbal di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

"Saya imbau seluruh masyarakat jangan mengedepankan emosional demi kepentingan komunitasnya, demi kepentingan pribadinya. Kedepankan rasionalitas, jiwa idealisme kebangsaan," sambung dia.

Polri, kata Iqbal, akan mencoba melakukan komunikasi dengan komunitas ojek online terkait rencana unjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018. Sebagai pengayom, kata Iqbal, Polri terbuka untuk berdiskusi dengan kelompok ojek online dan kelompok masyarakat lainnya terkait masalah yang dihadapi. Polri siap menjadi jembatan antara pengandara ojek online dengan sejumlah instansi, seperti Kementerian Perhubungan atau pemerintah daerah. "Jadi, selama Asian Games ini diimbau tidak ada demo," kata Perwira Tinggi Polri Tersebut.

Sebagaimana diketahui Mahkamah Konstitusi sudah menolak legalitas ojek online sebagai alat transportasi umum. Kalau pun pengemudi menuntut payung hukum, maka Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berwenang melakukannya dengan merevisi Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Yang bisa dilakukan, aplikator dan mitra saling berdiskusi mengenai tarif. "Di awal perjanjian, sepakat tidak kalau tarif per kilometer (km)-nya sekian. Itu harus diperhatikan. Hal ini berbeda dengan tarif taksi online bisa diatur dengan ketentuan pemerintah. Sebab, taksi online termasuk dalam angkutan umum. Selain itu, ada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek." Kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiadi

Sebelumnya, pengemudi ojek online merencanakan unjuk rasa untuk menuntut kenaikan tarif pada 18 Agustus 2018, saat pembukaan Asian Games oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka mengincar Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta dan Gelora Jaka Baring Sport City, Palembang sebagai lokasi demonstrasi. Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono dalam keterangan resminya mengatakan, unjuk rasa ini akan diikuti oleh 2 juta pengemudi Go-Jek dan Grab. “Kami menuntut aplikator ojek online mengembalikan tarif dari Rp 1.600 per kilometer menjadi Rp 3.000 per kilometer,” ujarnya. (*)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengungkapkan, alasan pengemudi ojek online berencana demo saat pembukaan Asian Games 2018, salah satunya untuk menarik perhatian dunia internasional. Demo tersebut rencananya akan mengusung tuntutan agar pemerintah segera menerbitkan payung hukum bagi ojek online. "Alasan kenapa demo saat Asian Games itu pada dasarnya ada dua, yaitu ada perusahaan aplikasi ojek online yang menjadi sponsor Asian Games dalam hal ini Grab dan kami merasa sudah tidak mempunyai tempat mengadu. Jalan terakhir untuk mengadu ya ke internasional, kan saat Asian Games banyak negara dari luar dan media internasional," kata Igun, kepada Kompas.com, Kamis (19/7/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Ojek "Online" Demo Saat Pembukaan Asian Games", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/07/19/21550021/alasan-ojek-online-demo-saat-pembukaan-asian-games.
Penulis : Rindi Nuris Velarosdela
Editor : Robertus Belarminus

Sebelumnya
Selanjutnya