Senin, 16 Juli 2018

Presiden Kroasia, Sang RUNNER-UP WORLD CUP 2018.


KNEWS, SPORT - Kolinda Grabar-Kitarovic, nama lengkap seorang perempuan. Satu nama yang benar-benar asing, maka wajar andai nama itu tak pernah mampir di benak kebanyakan orang. Tapi di dua pekan terakhir, sontak nama itu benar-benar ramai dibincangkan banyak orang di jagat ini. Terlebih lagi saat photo-photo perempuan cantik dan seksi itu --- bahkan berbikini dengan payudara membusung --- itu ramai tersiar di media sosial. Tak ayal, namanya berkibar-berkibar mengiringi kibaran bendera resmi negerinya. Kroasia, negeri yang tengah dipimpinnya.

Ya, Kolinda memang seorang kepala negara berbentuk bulan sabit di daratan Eropa. Perempuan itu dipilih oleh rakyatnya yang hanya berjumlah 4.246.800 jiwa menjadi Presiden Republik Kroasia (Republika Hrvatska) yang terletak di kawasan Balkan bagian Tenggara. Kolinda dan Kroasia, sekejap jadi tenar. Musababnya, hanya satu. Tak lain karena kesebelasan negerinya lolos ke babak final menghadapi kesebelasan Francis di FIFA World Cup 2018 di Rusia.

Kroasia, sesungguhnya adalah kesebelasan yang sebelumnya tak pernah masuk hitungan kalkulasi kelas unggulan yang diharap untuk sampai ke babak final. Tapi fakta berkata lain, Kroasia berhasil menggugurkan sekian kesebelasan tangguh dan yang diunggulkan di ajang piala dunia ini kali. Tak ayal, bendera resmi Republik Rusia berkibar-kibar dii seantaro jagat. Kolinda, sang presiden cantik itu, photo-photo sexy-nya sontak jadi buruan banyak orang di jendela google.

Aakh, sepak bola memang tak sekadar permainan. Sepakbola jauh lebih dari sekadar itu. Jauh melampaui hajat sebenarnya tentang hakikat sebuah permainan. Menjadi ajang adu gengsi, harkat dan bahkan martabat sebuah bangsa. Terlebih di ajang pertarungan bola sekelas piala dunia FIFA. Dan Kroasia telah membuktikan itu. Pun juga pernag  dirasakan sekian puluh kesebelasan lain yang pernah mendahuluinya menapaki babak final ajang World Cup.

Ya, itulah sepak bola. Mengingatkan saya beberapa tahun lalu saat berkeliling di lima negara di daratan Eropa. Belanda, Francis, Swedia, Denmark dan Belgia. Seluruhnya peserta, bahkan pelanggan tetap piala dunia. Tapi sepuluh hari menyusuri kota-kota besar negara pemilik mata uang Euro itu, tak sekalipun menemui lapangan bola. Padahal wilayah daratan dimilikinya sangatlah luas dan lapang. Lebih dari cukup untuk membuat ratusan lapangan bola.

Jadi ingat, hanya sekali menemui sebuah lapangan bola. Yakni di kota Amsterdam, sebuah stadion, konon milik kesebelasan Ajax yang sejak 2016 berubah nama menjadi Stadion Johan Cruyff, nama sang legenda sepak bola Belanda era 1960-1980 yang mengantar timnas Belanda ke final Piala Dunia 1974. Itupun, menyaksikan stadion super  megah itu, hanya dari balik jendela bus parawisata. Tak terasa air liur saya serasa meleleh.

Ya, meleh. Terbayang di negeri sendiri. Sebaliknya, tiap kampung kita bisa menemui lapangan bola. Tapi tragisnya, tak sekalipun negeri tercinta itu, kesebelasan PSSI berhasil lolos mengikuti ajang sepak bola paling bergengsi itu. Demikian gumam saya. Teman sekursi saya kala itu di atas bus parawisata, tak lain adalah mantan manajer PSM, kesebelasan kebanggaan Makassar, tak sadar ikut mengigau sebaliknya. "Sepuluh hari kita berkeliling di lima negara eropa, tak sekalipun kita menemui lapangan bola, tapi mereka seolah menjadi pelanggan tetap pilala dunia".

Benar-benar paradox. Itu sebab, saat melihat Kolinda, sang presiden cantik itu tersenyum manis di balkon VVIP stadion Luzhniki Moskow,  menyaksikan para putra kebanggaan negerinya berlaga di ajang final Rusia ini, saya sontak teringat cita-cita seorang mantan calon gubernur sulsel yang bermaksud membangun sekian lapangan bola bertaraf internasional di sejumlah daerah di Sulsel. Berharap dari sana kita bisa melahirkan pesepakbola tangguh yang kelak bisa membuat presiden negeri tercinta ini, ikut pula bergabung bersama Kolinda, tersenyum bangga di atas balkon VVIP stadioan piala dunia, sekalipun kesebelasannya hanya berhasil merebut peringkat kedua. Hmm....

Oleh: Armin Mustamin Toputiri

Sebelumnya
Selanjutnya