Kamis, 19 Juli 2018

Sanggupkah Anda Hidup Tanpa Ponsel?

- Saat ini seolah kita tak dapat hidup tanpa ponsel. Ketika telepon tertinggal di rumah, buru-buru kita kembali ke rumah. Tidur pun selalu bersama ponsel. Selena Gomez mulai menyadari ketergantungan tak sehat ini dan ia menjalani detoks digital secara maksimal. Belakangan sang penyanyi ini memutuskan hidup tanpa ponsel selama tiga bulan. Ternyata ia tak mati karena ketinggalan berita-berita terbaru. Ia justru mengalami hal terbaik dalam hidupnya. "Pengalaman yang paling menyegarkan, menenangkan, meremajakan," katanya sambil menambahkan bahWA pengalaman itu benar-benar mengubah caranya memakai telepon. Sekarang saya jarang memegang ponsel dan hanya membatasi orang yang menghubungi saya," imbuhnya. Ide menjalani detoks digital ini bukan hal baru. Sekarang ini masyarakat semakin tergantung pada ponsel untuk mendapatkan informasi, hiburan, pekerjaan, dan mengatur kehidupan dari hari ke hari. Faktanya, 71 persen orang Amerika Serikat mengaku tidur bersama ponsel. Sekitar 90 persen generasi Milenial menaruhnya di meja samping tempat tidur atau di bawah bantal, menurut survei oleh Bank of America. Konektivitas 24 jam sehari ini memberi dampak besar pada kesehatan dan memengaruhi tidur, pekerjaan, berat badan, hubungan dengan pasangan serta bahkan kehidupan seks. Kecanduan ponsel ini dikenali sebagai kelainan dan kita juga dapat menjalani rehabilitasi untuk kecanduan ini. Selena Gomez direhabilitasi saat ia tak memakai ponsel. Saat itu ia diterapi untuk kelelahan dan kesehatan mental. Lantas bagaimana dengan kita yang tak punya uang untuk menjalani pengobatan di fasilitas seperti Selena? "Tenang, Anda tak ditakdirkan menjadi budak alat elektronik," kata Paul Hokemeyer, PhD. Ia menyarankan membuat aturan dasar untuk penggunaan ponsel. Pertama, buat batasan jelas dengan mematikan ponsel di setiap waktu pada malam hari sampai pagi. Ia merekomendasikan antara pukul 23.00 sampai 08.00 pagi. Selanjutnya, buat catatan jumlah waktu yang dihabiskan memakai ponsel atau tablet untuk membantu kita menghadapi realitas. Kemudian, pasang alarm untuk mengingatkan agar menaruh ponsel setiap 15 sampai 30 menit setelah beberapa jam main ponsel. Terakhir, ia merekomendasikan membangun kesadaran pada pikiran dan perasaan. Beri perhatian pada emosi primer dan catat apakah Anda memilih menghindari atau mengatasinya. Tips dari Hokemeyer ini merupakan cara mudah untuk melakukan detoks digital tanpa harus ketinggalan berita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sanggupkah Kita Hidup Tanpa Ponsel seperti Selena Gomez?", https://sains.kompas.com/read/2016/12/05/113500223/sanggupkah.kita.hidup.tanpa.ponsel.seperti.selena.gomez..
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea
- Saat ini seolah kita tak dapat hidup tanpa ponsel. Ketika telepon tertinggal di rumah, buru-buru kita kembali ke rumah. Tidur pun selalu bersama ponsel. Selena Gomez mulai menyadari ketergantungan tak sehat ini dan ia menjalani detoks digital secara maksimal. Belakangan sang penyanyi ini memutuskan hidup tanpa ponsel selama tiga bulan. Ternyata ia tak mati karena ketinggalan berita-berita terbaru. Ia justru mengalami hal terbaik dalam hidupnya. "Pengalaman yang paling menyegarkan, menenangkan, meremajakan," katanya sambil menambahkan bahWA pengalaman itu benar-benar mengubah caranya memakai telepon. Sekarang saya jarang memegang ponsel dan hanya membatasi orang yang menghubungi saya," imbuhnya. Ide menjalani detoks digital ini bukan hal baru. Sekarang ini masyarakat semakin tergantung pada ponsel untuk mendapatkan informasi, hiburan, pekerjaan, dan mengatur kehidupan dari hari ke hari. Faktanya, 71 persen orang Amerika Serikat mengaku tidur bersama ponsel. Sekitar 90 persen generasi Milenial menaruhnya di meja samping tempat tidur atau di bawah bantal, menurut survei oleh Bank of America. Konektivitas 24 jam sehari ini memberi dampak besar pada kesehatan dan memengaruhi tidur, pekerjaan, berat badan, hubungan dengan pasangan serta bahkan kehidupan seks. Kecanduan ponsel ini dikenali sebagai kelainan dan kita juga dapat menjalani rehabilitasi untuk kecanduan ini. Selena Gomez direhabilitasi saat ia tak memakai ponsel. Saat itu ia diterapi untuk kelelahan dan kesehatan mental. Lantas bagaimana dengan kita yang tak punya uang untuk menjalani pengobatan di fasilitas seperti Selena? "Tenang, Anda tak ditakdirkan menjadi budak alat elektronik," kata Paul Hokemeyer, PhD. Ia menyarankan membuat aturan dasar untuk penggunaan ponsel. Pertama, buat batasan jelas dengan mematikan ponsel di setiap waktu pada malam hari sampai pagi. Ia merekomendasikan antara pukul 23.00 sampai 08.00 pagi. Selanjutnya, buat catatan jumlah waktu yang dihabiskan memakai ponsel atau tablet untuk membantu kita menghadapi realitas. Kemudian, pasang alarm untuk mengingatkan agar menaruh ponsel setiap 15 sampai 30 menit setelah beberapa jam main ponsel. Terakhir, ia merekomendasikan membangun kesadaran pada pikiran dan perasaan. Beri perhatian pada emosi primer dan catat apakah Anda memilih menghindari atau mengatasinya. Tips dari Hokemeyer ini merupakan cara mudah untuk melakukan detoks digital tanpa harus ketinggalan berita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sanggupkah Kita Hidup Tanpa Ponsel seperti Selena Gomez?", https://sains.kompas.com/read/2016/12/05/113500223/sanggupkah.kita.hidup.tanpa.ponsel.seperti.selena.gomez..
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea
KOMPAS.com - Saat ini seolah kita tak dapat hidup tanpa ponsel. Ketika telepon tertinggal di rumah, buru-buru kita kembali ke rumah. Tidur pun selalu bersama ponsel. Selena Gomez mulai menyadari ketergantungan tak sehat ini dan ia menjalani detoks digital secara maksimal. Belakangan sang penyanyi ini memutuskan hidup tanpa ponsel selama tiga bulan. Ternyata ia tak mati karena ketinggalan berita-berita terbaru. Ia justru mengalami hal terbaik dalam hidupnya. "Pengalaman yang paling menyegarkan, menenangkan, meremajakan," katanya sambil menambahkan bahWA pengalaman itu benar-benar mengubah caranya memakai telepon. Sekarang saya jarang memegang ponsel dan hanya membatasi orang yang menghubungi saya," imbuhnya. Ide menjalani detoks digital ini bukan hal baru. Sekarang ini masyarakat semakin tergantung pada ponsel untuk mendapatkan informasi, hiburan, pekerjaan, dan mengatur kehidupan dari hari ke hari. Faktanya, 71 persen orang Amerika Serikat mengaku tidur bersama ponsel. Sekitar 90 persen generasi Milenial menaruhnya di meja samping tempat tidur atau di bawah bantal, menurut survei oleh Bank of America. Konektivitas 24 jam sehari ini memberi dampak besar pada kesehatan dan memengaruhi tidur, pekerjaan, berat badan, hubungan dengan pasangan serta bahkan kehidupan seks. Kecanduan ponsel ini dikenali sebagai kelainan dan kita juga dapat menjalani rehabilitasi untuk kecanduan ini. Selena Gomez direhabilitasi saat ia tak memakai ponsel. Saat itu ia diterapi untuk kelelahan dan kesehatan mental. Lantas bagaimana dengan kita yang tak punya uang untuk menjalani pengobatan di fasilitas seperti Selena? "Tenang, Anda tak ditakdirkan menjadi budak alat elektronik," kata Paul Hokemeyer, PhD. Ia menyarankan membuat aturan dasar untuk penggunaan ponsel. Pertama, buat batasan jelas dengan mematikan ponsel di setiap waktu pada malam hari sampai pagi. Ia merekomendasikan antara pukul 23.00 sampai 08.00 pagi. Selanjutnya, buat catatan jumlah waktu yang dihabiskan memakai ponsel atau tablet untuk membantu kita menghadapi realitas. Kemudian, pasang alarm untuk mengingatkan agar menaruh ponsel setiap 15 sampai 30 menit setelah beberapa jam main ponsel. Terakhir, ia merekomendasikan membangun kesadaran pada pikiran dan perasaan. Beri perhatian pada emosi primer dan catat apakah Anda memilih menghindari atau mengatasinya. Tips dari Hokemeyer ini merupakan cara mudah untuk melakukan detoks digital tanpa harus ketinggalan berita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sanggupkah Kita Hidup Tanpa Ponsel seperti Selena Gomez?", https://sains.kompas.com/read/2016/12/05/113500223/sanggupkah.kita.hidup.tanpa.ponsel.seperti.selena.gomez..
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea
KNEWS, TEKNOLOGI - Seolah kita tak dapat hidup tanpa ponsel. Ketika telepon tertinggal di rumah, buru-buru kita kembali ke rumah. Tidur pun selalu bersama ponsel. Mungkin Tanpa Ponsel Kehidupan Kita Seperti Tidak dapat hidup, Coba Kita simak cerita dari seorang artis internasional ini?

Seperti Artis Papan Atas Dunia Selena Gomez mulai menyadari ketergantungan tak sehat ini dan ia menjalani detoks digital secara maksimal. Belakangan sang penyanyi ini memutuskan hidup tanpa ponsel selama tiga bulan. Ternyata ia tak mati karena ketinggalan berita-berita terbaru. Ia justru mengalami hal terbaik dalam hidupnya. "Pengalaman yang paling menyegarkan, menenangkan, meremajakan," katanya sambil menambahkan bahwa pengalaman itu benar-benar mengubah caranya memakai telepon. Sekarang saya jarang memegang ponsel dan hanya membatasi orang yang menghubungi saya," imbuhnya.

Ide menjalani detoks digital ini bukan hal baru. Sekarang ini masyarakat semakin tergantung pada ponsel untuk mendapatkan informasi, hiburan, pekerjaan, dan mengatur kehidupan dari hari ke hari. Faktanya, 71 persen orang Amerika Serikat mengaku tidur bersama ponsel. Sekitar 90 persen generasi Milenial menaruhnya di meja samping tempat tidur atau di bawah bantal, menurut survei oleh Bank of America. Konektivitas 24 jam sehari ini memberi dampak besar pada kesehatan dan memengaruhi tidur, pekerjaan, berat badan, hubungan dengan pasangan serta bahkan kehidupan seks. Kecanduan ponsel ini dikenali sebagai kelainan dan kita juga dapat menjalani rehabilitasi untuk kecanduan ini.

Selena Gomez direhabilitasi saat ia tak memakai ponsel. Saat itu ia diterapi untuk kelelahan dan kesehatan mental. Lantas bagaimana dengan kita yang tak punya uang untuk menjalani pengobatan di fasilitas seperti Selena? "Tenang, Anda tak ditakdirkan menjadi budak alat elektronik," kata Paul Hokemeyer, PhD. Ia menyarankan membuat aturan dasar untuk penggunaan ponsel. Pertama, buat batasan jelas dengan mematikan ponsel di setiap waktu pada malam hari sampai pagi. Ia merekomendasikan antara pukul 23.00 sampai 08.00 pagi. Selanjutnya, buat catatan jumlah waktu yang dihabiskan memakai ponsel atau tablet untuk membantu kita menghadapi realitas. Kemudian, pasang alarm untuk mengingatkan agar menaruh ponsel setiap 15 sampai 30 menit setelah beberapa jam main ponsel. Terakhir, ia merekomendasikan membangun kesadaran pada pikiran dan perasaan. Beri perhatian pada emosi primer dan catat apakah Anda memilih menghindari atau mengatasinya. Tips dari Hokemeyer ini merupakan cara mudah untuk melakukan detoks digital tanpa harus ketinggalan berita.(*)


Saat ini seolah kita tak dapat hidup tanpa ponsel. Ketika telepon tertinggal di rumah, buru-buru kita kembali ke rumah. Tidur pun selalu bersama ponsel.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sanggupkah Kita Hidup Tanpa Ponsel seperti Selena Gomez?", https://sains.kompas.com/read/2016/12/05/113500223/sanggupkah.kita.hidup.tanpa.ponsel.seperti.selena.gomez..
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea
Saat ini seolah kita tak dapat hidup tanpa ponsel. Ketika telepon tertinggal di rumah, buru-buru kita kembali ke rumah. Tidur pun selalu bersama ponsel. Selena Gomez mulai menyadari ketergantungan tak sehat ini dan ia menjalani detoks digital secara maksimal. Belakangan sang penyanyi ini memutuskan hidup tanpa ponsel selama tiga bulan. Ternyata ia tak mati karena ketinggalan berita-berita terbaru. Ia justru mengalami hal terbaik dalam hidupnya. "Pengalaman yang paling menyegarkan, menenangkan, meremajakan," katanya sambil menambahkan bahWA pengalaman itu benar-benar mengubah caranya memakai telepon. Sekarang saya jarang memegang ponsel dan hanya membatasi orang yang menghubungi saya," imbuhnya. Ide menjalani detoks digital ini bukan hal baru. Sekarang ini masyarakat semakin tergantung pada ponsel untuk mendapatkan informasi, hiburan, pekerjaan, dan mengatur kehidupan dari hari ke hari. Faktanya, 71 persen orang Amerika Serikat mengaku tidur bersama ponsel. Sekitar 90 persen generasi Milenial menaruhnya di meja samping tempat tidur atau di bawah bantal, menurut survei oleh Bank of America. Konektivitas 24 jam sehari ini memberi dampak besar pada kesehatan dan memengaruhi tidur, pekerjaan, berat badan, hubungan dengan pasangan serta bahkan kehidupan seks. Kecanduan ponsel ini dikenali sebagai kelainan dan kita juga dapat menjalani rehabilitasi untuk kecanduan ini. Selena Gomez direhabilitasi saat ia tak memakai ponsel. Saat itu ia diterapi untuk kelelahan dan kesehatan mental. Lantas bagaimana dengan kita yang tak punya uang untuk menjalani pengobatan di fasilitas seperti Selena? "Tenang, Anda tak ditakdirkan menjadi budak alat elektronik," kata Paul Hokemeyer, PhD. Ia menyarankan membuat aturan dasar untuk penggunaan ponsel. Pertama, buat batasan jelas dengan mematikan ponsel di setiap waktu pada malam hari sampai pagi. Ia merekomendasikan antara pukul 23.00 sampai 08.00 pagi. Selanjutnya, buat catatan jumlah waktu yang dihabiskan memakai ponsel atau tablet untuk membantu kita menghadapi realitas. Kemudian, pasang alarm untuk mengingatkan agar menaruh ponsel setiap 15 sampai 30 menit setelah beberapa jam main ponsel. Terakhir, ia merekomendasikan membangun kesadaran pada pikiran dan perasaan. Beri perhatian pada emosi primer dan catat apakah Anda memilih menghindari atau mengatasinya. Tips dari Hokemeyer ini merupakan cara mudah untuk melakukan detoks digital tanpa harus ketinggalan berita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sanggupkah Kita Hidup Tanpa Ponsel seperti Selena Gomez?", https://sains.kompas.com/read/2016/12/05/113500223/sanggupkah.kita.hidup.tanpa.ponsel.seperti.selena.gomez..
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea
Saat ini seolah kita tak dapat hidup tanpa ponsel. Ketika telepon tertinggal di rumah, buru-buru kita kembali ke rumah. Tidur pun selalu bersama ponsel.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sanggupkah Kita Hidup Tanpa Ponsel seperti Selena Gomez?", https://sains.kompas.com/read/2016/12/05/113500223/sanggupkah.kita.hidup.tanpa.ponsel.seperti.selena.gomez..
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea
KOMPAS.com - Saat ini seolah kita tak dapat hidup tanpa ponsel. Ketika telepon tertinggal di rumah, buru-buru kita kembali ke rumah. Tidur pun selalu bersama ponsel. Selena Gomez mulai menyadari ketergantungan tak sehat ini dan ia menjalani detoks digital secara maksimal. Belakangan sang penyanyi ini memutuskan hidup tanpa ponsel selama tiga bulan. Ternyata ia tak mati karena ketinggalan berita-berita terbaru. Ia justru mengalami hal terbaik dalam hidupnya. "Pengalaman yang paling menyegarkan, menenangkan, meremajakan," katanya sambil menambahkan bahWA pengalaman itu benar-benar mengubah caranya memakai telepon. Sekarang saya jarang memegang ponsel dan hanya membatasi orang yang menghubungi saya," imbuhnya. Ide menjalani detoks digital ini bukan hal baru. Sekarang ini masyarakat semakin tergantung pada ponsel untuk mendapatkan informasi, hiburan, pekerjaan, dan mengatur kehidupan dari hari ke hari. Faktanya, 71 persen orang Amerika Serikat mengaku tidur bersama ponsel. Sekitar 90 persen generasi Milenial menaruhnya di meja samping tempat tidur atau di bawah bantal, menurut survei oleh Bank of America. Konektivitas 24 jam sehari ini memberi dampak besar pada kesehatan dan memengaruhi tidur, pekerjaan, berat badan, hubungan dengan pasangan serta bahkan kehidupan seks. Kecanduan ponsel ini dikenali sebagai kelainan dan kita juga dapat menjalani rehabilitasi untuk kecanduan ini. Selena Gomez direhabilitasi saat ia tak memakai ponsel. Saat itu ia diterapi untuk kelelahan dan kesehatan mental. Lantas bagaimana dengan kita yang tak punya uang untuk menjalani pengobatan di fasilitas seperti Selena? "Tenang, Anda tak ditakdirkan menjadi budak alat elektronik," kata Paul Hokemeyer, PhD. Ia menyarankan membuat aturan dasar untuk penggunaan ponsel. Pertama, buat batasan jelas dengan mematikan ponsel di setiap waktu pada malam hari sampai pagi. Ia merekomendasikan antara pukul 23.00 sampai 08.00 pagi. Selanjutnya, buat catatan jumlah waktu yang dihabiskan memakai ponsel atau tablet untuk membantu kita menghadapi realitas. Kemudian, pasang alarm untuk mengingatkan agar menaruh ponsel setiap 15 sampai 30 menit setelah beberapa jam main ponsel. Terakhir, ia merekomendasikan membangun kesadaran pada pikiran dan perasaan. Beri perhatian pada emosi primer dan catat apakah Anda memilih menghindari atau mengatasinya. Tips dari Hokemeyer ini merupakan cara mudah untuk melakukan detoks digital tanpa harus ketinggalan berita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sanggupkah Kita Hidup Tanpa Ponsel seperti Selena Gomez?", https://sains.kompas.com/read/2016/12/05/113500223/sanggupkah.kita.hidup.tanpa.ponsel.seperti.selena.gomez..
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea
- Saat ini seolah kita tak dapat hidup tanpa ponsel. Ketika telepon tertinggal di rumah, buru-buru kita kembali ke rumah. Tidur pun selalu bersama ponsel. Selena Gomez mulai menyadari ketergantungan tak sehat ini dan ia menjalani detoks digital secara maksimal. Belakangan sang penyanyi ini memutuskan hidup tanpa ponsel selama tiga bulan. Ternyata ia tak mati karena ketinggalan berita-berita terbaru. Ia justru mengalami hal terbaik dalam hidupnya. "Pengalaman yang paling menyegarkan, menenangkan, meremajakan," katanya sambil menambahkan bahWA pengalaman itu benar-benar mengubah caranya memakai telepon. Sekarang saya jarang memegang ponsel dan hanya membatasi orang yang menghubungi saya," imbuhnya. Ide menjalani detoks digital ini bukan hal baru. Sekarang ini masyarakat semakin tergantung pada ponsel untuk mendapatkan informasi, hiburan, pekerjaan, dan mengatur kehidupan dari hari ke hari. Faktanya, 71 persen orang Amerika Serikat mengaku tidur bersama ponsel. Sekitar 90 persen generasi Milenial menaruhnya di meja samping tempat tidur atau di bawah bantal, menurut survei oleh Bank of America. Konektivitas 24 jam sehari ini memberi dampak besar pada kesehatan dan memengaruhi tidur, pekerjaan, berat badan, hubungan dengan pasangan serta bahkan kehidupan seks. Kecanduan ponsel ini dikenali sebagai kelainan dan kita juga dapat menjalani rehabilitasi untuk kecanduan ini. Selena Gomez direhabilitasi saat ia tak memakai ponsel. Saat itu ia diterapi untuk kelelahan dan kesehatan mental. Lantas bagaimana dengan kita yang tak punya uang untuk menjalani pengobatan di fasilitas seperti Selena? "Tenang, Anda tak ditakdirkan menjadi budak alat elektronik," kata Paul Hokemeyer, PhD. Ia menyarankan membuat aturan dasar untuk penggunaan ponsel. Pertama, buat batasan jelas dengan mematikan ponsel di setiap waktu pada malam hari sampai pagi. Ia merekomendasikan antara pukul 23.00 sampai 08.00 pagi. Selanjutnya, buat catatan jumlah waktu yang dihabiskan memakai ponsel atau tablet untuk membantu kita menghadapi realitas. Kemudian, pasang alarm untuk mengingatkan agar menaruh ponsel setiap 15 sampai 30 menit setelah beberapa jam main ponsel. Terakhir, ia merekomendasikan membangun kesadaran pada pikiran dan perasaan. Beri perhatian pada emosi primer dan catat apakah Anda memilih menghindari atau mengatasinya. Tips dari Hokemeyer ini merupakan cara mudah untuk melakukan detoks digital tanpa harus ketinggalan berita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sanggupkah Kita Hidup Tanpa Ponsel seperti Selena Gomez?", https://sains.kompas.com/read/2016/12/05/113500223/sanggupkah.kita.hidup.tanpa.ponsel.seperti.selena.gomez..
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea

Sebelumnya
Selanjutnya