Jumat, 09 Agustus 2019

PIKOM IMM FISIP Serahkan Bantuan Aksi Sosial di Kabupaten Takalar dan Kabupaten Pinrang.



MAKASSAR, KNEWS. Pikom IMM FISIP unismuh makassar kembali menyalurkan dana aksi sosial berupa sembako dan sejumlah kebutuhan lainnya kepada korban penggusuran di desa Tala-tala Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar dan balita yang bernama saskia berumur 4 tahun asal Desa Batulappa Kab.Pinrang tercebur air panas yang sampai sekarang masih berada di RS. Wahidin makassar Pada kunjungannnya, Kamis 08 Agustus 2019.

Pada kunjungannya kader IMM pada selasa kemarin di Kabupaten Takalar, disambut baik oleh masyarakat, terkhususnya korban penggusuran tersebut yang di jumpai sementara mengungsi ke rumah rumah warga setempat dan sebagian juga mengungsi ke taman kanak-kanak sekitaran lokasi penggusuran tersebut. Tiap pukul 06.00 pagi mereka harus keluar dari TK kerena harus digunakan untuk proses belajar mengajar.

Penggusuran 7 rumah yang sebabkan oleh tanah sengketa dari pihak keluarga korban itu sendiri akibatnya sepasang suami istri lansia ikut tergusur dan salah satu rumah yang baru dua minggu dihuni juga ikut tergusur.

Dalam kesempatannya kemarin ketua bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat Pikom IMM FISIP Unismuh Makassar Sridayanti menyampaikan ”Bantuan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian sosial kita terhadap sesama manusia karena sejatinya kita hidup secara berdampingan dan saling membutuhkan satu sama lain. Dan juga, kegiatan ini sesuai dengan khittah perjuangan IMM yaitu Kompetensi Humanitas (Kemanusiaan dan jalinan hubungan kemanusiaan kepada sesama manusia). Pungkasnya.


Sementara itu, penyaluran dana untuk anak kecil bernama Saskia umur 4 tahun yang tercebur air panas telah dikunjungi di UGD Rumah Sakit Wahidin. Dikonfirmasi, Ibu anak tersebut mengatakan bahwa anak ini jatuh ke air panas karena kakinya yang terkilir mengakibatkan hingga jatuh kedalam wadah yang berisi air panas.

Saat ini , Saskia masih di rawat di Rs. Wahidin dan memerlukan banyak biaya untuk pengobatan dan melakukan operasi. Sementara pihak keluarga tidak menggunakan BPJS untuk dilayani.

Kemudian Sridayanti berharap "Semoga aksi kemanusiaan seperti ini tetap ada untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan" harapnya.

"Dan kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu meringankan beban korban pengusuran dan biaya pengobatan Saskia yang masih terbaring dirumah sakit" tutupnya. (*)

Sebelumnya
Selanjutnya