Senin, 28 September 2020

Kepala BNPT Silaturahmi Bersama Pimpinan Pondok Pesantren Se-Sulsel


SINJAI, KNEWS - Ulama serta pengasuh pondok pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan edukasi. Ulama dapat memberikan penjelasan mengenai bahaya paham radikal terorisme dan upaya pencegahannya, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Hal teraebut duaampaukan oleh Kepala Badan nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)  Komjen Pol.  Boy Rafli Amar dalam silaturahmi bersama pimpinan Pondok Pesantren Se-Sulsel di Masjid Islamic Center Sinjai,  Senin (28/9/20).

"Peran Pondok Pesantren maupun Ulama besar sekali, karena  sehari-harinya bertemu dengan umat dan juga bertemu dengan para santri, sehingga ulama ini memiliki peran yang begitu besar dalam memberikan edukasi kepada masyaakat dan juga terhadap para santrinya mengenai bahayanya paham radikal terorisme," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapakan bahwa dengan adanya edukasi yang diberikan ulama tersebut, masyarakat dan para santri dapat mewaspada adanya ajakan-ajakan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

"Dengan adanya kerja sama ini setidaknya dari pimoinan pondol pesantren terutama para ustadz bisa terus mengingatkan kepada generasi muda  terutama mereka yang menjalankan pendidikan di lingkungan pondok pesantren," ujar mantan Kapolda Papua ini.

Boy menitip empat harapan kepada Pesantren yang ada di Sulsel, yaitu yang pertama,  Pesantren henfaknya sebagai agen perubahan sosial yang melahirkan pejuang generasi masa depan yang dapat mrnjaga keutuhan NKRI. 

Kedua,  Pesantren sebagai lembaga dakwah serta menjadi ujung tombak dalam mengenal wajah islam. Ketiga, Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membebaskan manusia dari keterbelakangan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan agama, umum dan kebangsaan. Dan yang keempat, Pesantren  sebagai garda terdepan dalam mencegah radikalisme dan intoleran.

"Untuk mencegah paham sesat tersebut,  para ulama dapat mengkampanyekan dan mensosialisasikan semangat modernisasi dalam beragama yaitu Islam yang ramah,  toleran,  menghargai perbedaan dan sebagai rahmat alam semesta.  Jadi agama Islam harus jadi contoh bagi agama lainnya dalan kehidupan berbangsa dan bernegara," harapnya. 

Dalam melakukan pertemuan tersebut, Kepala BNPT juga berkesempatan menyampaikan penanganan terorisme terkini, termasuk keberadaan warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di pengungsian Suriah akibat propaganda kelompok radikal tidak bertanggung jawab.

Hal itu tentunya dapat dijadikan pembelajaran bagi ulama dan santri agar tidak mudah terpengaruh terhadap bujuk rayu yang terus dilancarakan kelompok radikal terorisme, utamanya melalui sosial media.

Oleh karena itulah Kepala BNPT merasa bersyukur bisa bersilaturahmi dengan para Pimpinan Pondok Pesantren sehingga upaya untuk mencegah agar paham radikalisme dan intoleransi di negara ini bisa diatasi bersama berkat adanya kerjasama antara unsur umaro dan ulama.

"Hati ini kita sangat bersyukur dapat bersilaturahmi dengan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren di Sulsel. Terima kasih kepada Bupati Sinjai bersama jajarannya dan semoga pertemuan silaturahmi ini menjadi pertemuan yang berkah untuk masyarakat Sinjai dan Provinsi Sulsel pada umumnya,  apalagi kita juga menghadapi cobaan dengan adanya Covid-19,  ini memerlukan ikhtiar kita semua agar bisa selamat dari cobaan ini," tuturnya.

(Red)

Sebelumnya
Selanjutnya