Jumat, 25 September 2020

Tindakan Represif Aparat Kepolisian, PB HAM NTT : Kami Akan Hadirkan Massa Lebih Banyak


KUPANG, KNEWS - Ketua Umum Pengurus Besar(PB) Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM), mengecam tindakan represif serta penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang melakukan demomstrasi di Kota Kupang, Kamis (24/09/20) Pagi.

Ketua Umum PB HAM Abdul Syukur menegaskan untuk meminta Polres Kupang untuk membebaskan Mahasiswa yang masih ditahan di Polresta Kupang Kota.

"Kami meminta agar kepolisian dalam hal ini Polres Kupang Kota agar segera membebaskan kawan kami yang masih ditahan di Polresta Kupang Kota," tegasnya.

"Dari informasi yang kami himpun, sejumlah mahasiswa saat ini masih dilakukan penahan terkait aksi demonstrasi dalam memperingatai Hari Tani pagi tadi di Naikoten yang rencana aksinya menuju kantor DPRD Provinsi NTT," lanjutnya.

Diketahui jumlah mahasiswa yang ditangkap adalah sebanyak 13 mahasiswa. Pun juga dalih penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap mahasiswa adalah bahwa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi tidak bersurat. Sementara pengakuan dari mahasiswa bahwa mereka sudah mendapatkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

Tindakan represif yang dilakukan oleh kepolisian terhadap mahasiswa yang tergabung dalam aliansi GERAM TANI NTT adalah tindakan a-moral. 

Dalam hal ini, Abdul Syukur menyampaikan bahwa apabila dalam 1 x 24 jam belum dibebaskan, maka dirinya akan melakukan aksi selanjutnya.

"Apabila dalam waktu 1 × 24 jam kawan-kawan kami belum dibebaskan, maka kami akan lakukan aksi dengan menghadirkan massa yang begitu banyak," tutupnya.

(Ril/Haeril)

Sebelumnya
Selanjutnya