Minggu, 22 Juli 2018

Rupiah Melemah, Kemenhub Kaji Kenaikan Tiket Pesawat

(Foto: Presiden Jokowi Naik Pesawat Komersil)
KNEWS, EKONOMI - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih melemah. Rupiah mendapat tekanan dari Dolar AS meskipun sudah berhasil keluar dari level Rp 14.500 per USD. Melihat kondisi itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya berencana menaikan batas tarif bawah pada tiket pesawat. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan terhadap pelemahan nilai rupiah.

Sebab menurutnya, jika Rupiah melemah maka biaya operasional akan naik. Jika batas tarif bawah tidak dinaikan maka perusahaan penerbangan pasti akan mengalami kerugian.
Budi menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan kajian-kajian dengan internal Kementerian Perhubungan. Termasuk juga mendengar masukan dari para perusahaan maskapai penerbangan.
"Dari sejak kemarin, dialog dengan Direktur Angkutan Udara untuk mengusulkan harga tertentu dalam satu Minggu ini," ujarnya saat ditemui di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berencana menaikkan tarif batas atas pesawat apabila harga bahan avtur serta nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mengalami kenaikan 10%.
"Kalau sudah kenaikan bahan bakar dan mata uang, masukan dalam rumus ya 10% baru kita naikan, ini belum," kata Direktur Angkutan Udara Maria Kristi Endah Murni saat ditemui di Jakarta.
Dia menyebutkan pada dua hingga tiga minggu lalu kenaikan sudah mencapai 6,67%. "Naik 10% baru kita naikkan, ini kan tidak tiga minggu lalu baru 6,67% dihitung dari total biaya operasional," tuturnya. Sementara minggu subuh dinihari (22/7/18), Melalui pencari laman google dari pantuan awak media KNEWS rupiah masih tertekan lemah di angka Rp 14.491,00 Per Dollar AS. (*)

Sebelumnya
Selanjutnya