KNEWS, TEKNOLOGI - PT Pertamina (Persero) akan menerapkan sistem digital, dalam
penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di ribuan SPBU. Hal ini untuk
membuat proses pencatatan BBM yang disalurkan menjadi lebih akurat.
Lalu bagaimana cara kerja sistem tersebut?
Direktur enterprise and business Telkom, Dian Rachmawan mengatakan,
untuk menerapkan sistem digital pada penyaluran BBM, PT Telkom Indonesia
selaku mitra, akan menempatkan sensor penghitung penyaluran BBM dari
tangki pendam yang terdapat pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Umum
(SPBU), sampai keran penyaluran BBM dari dispenser ke kendaraan
(nozzle).
"Kita akan memasang semua sensor dari tangki penyimpanan, pengisian
sampai di nozzle," kata Dian, di Kantor Badan Pengatur Kegiatan Hilir
Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Dian mengungkapkan, untuk mendukung penerapan sistem digital pada
penyaluran BBM, Telkom akan membangun aplikasi dan jaringan internet,
yang dapat menampung dan menyalurkan data.
"Kemudian kita juga siapkan paltform aplikasi yang semua gabungin
devices. Lalu, network kami cukup confident, karena sensor ini bisa
dijalankan even dengan jaringan yang 3G. Kalau network 4G nggak ada,
nggak masalah," tuturnya.
Senior Vice President Corporate ICT Pertamina, Jeffrey Tjahja Indra
melanjutkan, data penyaluran BBM dari tangki timbun sampai yang
dikeluarkan ke tangki kendaraan akan tercatat secara digital, kemudian
data penyaluran BBM yang dilakukan masing-masing SPBU di transfer ke
pusat data untuk dilaporkan ke BPH Migas selaku regulator yang menangani
penyaluran BBM.
"Digitalisasi ini pada prinsipnya kita melakukan konversi dari jumlah
liter, yang disalurkan jadi format elektronik. Format ini dikirim ke
satu data centre, dari seluruh SPBU ini di convert," paparnya.
Menurutnya, dari data penyaluran dari Pertamina dengan yang
disalurkan ke masyarakat akan dicocokkan, jika terjadi ketidak cocokan
maka selisih akan ditanggung perusahaan. "Ini kita liat volume dari
nozel. selisihnya harus dipertanggung jawabkan. Jadi selisihnya
kelihatan," tandasnya. (*)
