Sabtu, 11 Agustus 2018

Persoalan Ekonomi Menjadi Sorotan Pada Pilpres 2019

KNEWS, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Roy Suryo menilai isu perekonomian bakal menjadi sorotan jelang Pilpres 2019. Menurut Roy, berbagai hal terkait perekonomian dalam negeri akan menjadi fokus dari pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai capres-cawapres.

Sosok Sandiaga sendiri dinilai memiliki pemahaman yang baik terhadap isu perekonomian. Sebelum menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Anies Baswedan, Sandiaga merupakan pengusaha sukses yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

“Karena ini sudah harus soal koalisi, kami tidak ingin bergantung kepada sosok Sandiaga. Sebagaimana kita tahu, Sandiaga merupakan seorang pelaku ekonomi,” ujar Roy di kawasan Cikini, Jakarta pada Sabtu (11/8/2018).

Lebih lanjut, Roy berharap agar perekonomian Indonesia ke depan tidak hanya tergantung pada negara-negara tertentu. Dengan demikian, Roy mengatakan perlu adanya kemandirian ekonomi seperti yang kerap digadang-gadang Prabowo.

Ia lantas mengkritisi pemerintah sekarang yang banyak melakukan pembangunan infrastruktur, namun di sisi lain harga-harga bahan pokok semakin mahal. Menurut Roy, banyak melakukan pembangunan infrastruktur itu baik. Namun pemerintah tidak bisa hanya mengurusi pembangunan secara fisik melulu.

“Yang jelas harus seimbang antara pembangunan infrastruktur yang berupa fisik dan terhadap pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ucap Roy.

Kendati demikian, Roy meyakini bahwa isu perekonomian itu dapat diatasi dengan baik oleh kedua pasangan calon. Selain Sandiaga yang memang berlatarbelakang pengusaha sukses, Ma’ruf Amin yang merupakan cawapres Jokowi ialah tokoh ekonomi syariah yang juga seorang Dewan Pengawas Syariah PT Bank Muamalat Tbk.

“Namun saya kira [Sandiaga dan Ma’ruf] adalah pilihan yang baik dan obyektif, baik oleh Pak Prabowo maupun Pak Jokowi. Kita hormati keduanya, dan terserah nanti pilihan masyarakat,” ujar Roy lagi.

Senada dengan Roy, Ketua DPP Gerindra Habiburokhman turut mengkritisi mahalnya harga bahan pokok saat ini, di saat pemerintah terus membangun infrastruktur. Menurut Habiburokhman, keberhasilan dalam membangun infrastruktur sudah semestingnya diiringi dengan terjaminnya kesejahteraan masyarakat.

Habiburokhman lantas mengklaim apabila koalisi partai oposisi getol terjun ke tengah masyarakat serta mendengarkan keluhan mereka terkait harga-harga bahan pokok yang semakin mahal.

“Ini yang akan kami jawab bahwa pengelolaan negara itu pada akhirnya untuk menyejahterakan masyarakat. Apa yang dirasakan masyarakat, itu yang jadi concern kita,” kata Habiburokhman. (*)

Sebelumnya
Selanjutnya