Selasa, 01 Oktober 2019

PKB dan FMI Mitra Strategis Pendidikan Politik di Sulawesi Selatan


MAKASSAR, KNEWS.CO.ID - Panitia penyelenggara Youth Political Club Fraksi Muda Indonesia (YPC-FMI) terus berbenah dan melakukan komunikasi sebagai langkah pendidikan politik untuk persiapan kegiatan menuju hari inti nantinya.

Ketua Umum FMI, Nurhidayatullah B. Cottong didampingi Ketua Panitia, Ardiansyah Mappigau bersilaturahmi dengan salah satu Fraksi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk menggalang dukungan dan menyampaikan konsep pendidikan politik FMI.

Menurut Hidayat, sapaan Ketum FMI mengatakan bahwa silaturahmi seperti ini akan kita agalakkan sebagai bagian dari tahap pendidikan politik untuk mengetahui gambaran dan berdiskusi terhadap fenomena yang terjadi dalam dunia politik.

"Kami bersilaturahmi untuk menyampaikan gagasan anak muda terkhusus teman-teman FMI dalam konsep pendidikan politik, dengan harapan sinergi antara anak muda dan partai dapat berkolaborasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," Ucapnya.

Dukungan tersebut salah satunya datang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), hal itu diutarakan langsung oleh Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad saat di temui oleh panitia YPCFMI di ruang Fraksi PKB, Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Selasa (01/10/19).

Menurut Azhar Arsyad sebagai didampingi beberapa politisi PKB menyampaikan bahwa grand design yang menjadi permasalahan bangsa sekarang adalah tentang kompetensi dan kualitas demokrasi.

"Konsep program FMI ini mampu menjadi langkah kecil untuk sedikit demi sedikit memperkuat kualitas demokrasi kita dengan mempersiapkan generasi pemimpin hari ini dan di masa yang akan datang," Ucap politisi partai besutan Gus Dur itu.

Ia menjelaskan bahwa dinamika politik sekarang perlu penguatan pada sisi pendidikan politik agar masalah klasik perihal money politik dan stigma negatif yang sering muncul terhadap politisi dapat terjawab melalui kompetensi dan kualitas sumber daya manusianya.

"Anak muda harus mampu mengambil peran sebagai regenerasi yang memiliki kompetensi dan etika yang bagus, FMI harus kita apresiasi semoga mampu menjadi wadah kongkrit pendidikan politik di Indonesia, khusunya di Sulsel" Ucapnya kepada awak media. (*)

Sebelumnya
Selanjutnya