Senin, 01 Juni 2020

Hari Lahir Pancasila, Ketum FMI Serukan Pendidikan Politik Dan Perlunya Modernisasi Aktor Politik di Indonesia


Nurhidayatullah B. Cottong
KNEWS, MAKASSAR - Momentum Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2020 menjadi refleksi bersama mengenang lahirnya dasar dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila menjadi landasan berbangsa dan bernegara.

Hal ini membuat Nurhidayatullah B. Cottong selaku Founder dan Ketua Umum Fraksi Muda Indonesia (FMI), sebagai organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang pendidikan politik, ia memberi penekanan khusus pada bidang politik terutama pendidikan politik bagi seluruh masyarakat di pelosok nusantara.

"Pancasila meski ditransformasikan kedalam kehidupan sehari-hari kita, agar nilai-nilai yang dirumuskan para founding father kita dapat tercapai secara utuh, bukan hanya sebagai simbolis belaka, melihat ketidakadilan terjadi dimana-mana dan lebih parahnya ketika kita ada dibalik onkum ketidakadilan itu, untuk itu mental generasi mesti disiapkan sedini mungkin agar tidak terkontaminasi doktrin yang melemahkan pancasila,"Ujarnya, Senin ( 01/06/20).

Pada bidang pendidikan politik misalnya, kenapa itu penting bagi masyarakat agar dasar-dasar berdemokrasi kita mampu dimaknai dan disinkronisasikan dalam ideolagi negara kita.

"Pendidikan politik yang baik bagi masyarakat adalah solusi menerjemahkan pancasila sesuai nilai-nilai yang terkandung didalamnya, apalagi menghadapi new normal life. Kita mesti lebih sigap. Demokrasi kita pada posisi yang semakin berkembang. Artinya, kita harus lebih peka terhadap berbagai kebijakan dan situasi yang baru. Sebab kebijakan lahir atas keputusan politik,"Ucapnya.

Lebih jauh, pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat khususnya pemuda agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan baru diera yang baru.

"Dulu era reformasi kita berjuang meletakkan pondasi demokrasi, kemarin kita menghadapi zaman dimana millenial mulai melek terhadap politik. Nah, sekarang mau tidak mau, suka atau tidak kita dengan memasuki cara hidup yang baru. Anak muda bukan hanya harus melek politik tetapi saatnya berkontribusi positif pada politik adalah bagian dari tindakan perubahan terhadap kekacauan yang terjadi akibat tangan-tangan kotor yang tidak bertanggungjawab,"Jelasnya.

Aktivis pemuda ini juga membeberkan dengan gamblang bahwa partai politik dan aktor-aktornya mesti dimodernisasi atau dengan istilah lain perlu new normal politic. Yaitu dengan mengganti cara berpikir partai politik yang lebih terbuka dan menerima gagasan, termasuk dalam pengeleloaan anggaran partai politik yang lebih jelas sehingga money politik betul-betul dapat diberantas dibumi pertiwi Indonesia.

Lanjutnya, "jadi politik itu jangan dimaknai sebagai sesuatu yang kotor atau sesuatu yang tidak baik, sebab politik itu jalan kemuliaan hanya saja mereka yang memanfaatkan politik untuk sesuatu yang tidak benar, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme harus diberantas dengan memodernisasi aktor-aktor politik yang tidak bertanggungjawab di negeri ini. Jadi, selamat hari lahir pancasila, anak muda melek politik? Pancasila abadi."Tutupnya. (**)

Sebelumnya
Selanjutnya