Kamis, 27 Agustus 2020

Kondisi Pendidikan Dipelosok Majene Masih Miris, Rina : Butuh Perhatian Yang Serius Dari Pemerintah


MAJENE,KNEWS - Pullo'be salah satu Dusun yang mayoritas masyarakatnya bertani yang berada diketinggian Desa Limboto, Kecamatan Sendana 

Aktivitas anak-anak di Pullo'be selain membantu orang tua untuk bertani dan mengambil makanan kambing atau sapi mereka juga sekolah. Namun sekolah yang berada di Pullo'be sangat jauh dari kelayakan untuk ditempati proses belajar. Dinding sekali hanya memakai papan, lantai dari tanah, hanya dua meja dan sepuluh kursi.

Menurut Rina, salah satu perempuan yang berkunjung ke Pullo'be sangat miris melihat kondisi pendidikan di tempat tersebut.

"Sekarang itu mereka sudah satu tahun tidak sekolah, ruang kelas pun dipakai untuk menyimpan makanan kambing atau sapi, dan masih banyak yang tidak tau membaca," kata Rina, Rabu (27/08/20)

Ketika Rina dan 3 temannya berada di Pullo'be, setiap malam anak-anak beramai ramai menuju rumah dimana Rina dan temannya tinggal. Mereka memaksa untuk diberikan PR (Pekerjaan Rumah), antusias belajar mereka sangat tinggi.

Sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar masih sangat minim. Buku bacaan yang harusnya bisa mereka gunakan untuk belajar juga tidak ada. 

"Tenaga pendidik yang ditugaskan untuk mengajar juga cuman satu orang dan sudah satu tahun tidak mengajar, ditambah lagi sekarang ditengah pandemi covid 19 sekolah-sekolah diliburkan dan belajar di rumah masing-masing. Ini berefek pada anak-anak tidak bisa membaca dan lain sebagainya," lanjutnya

Harapan Rina berserta 3 temannya yang berkunjung ke Pullo'be agar pemerintah memperhatikan pendidikan yang ada di pelosok-pelosok. Sebab setiap orang memiliki hak yang sama untuk berpendidikan.

"Saya sangat berharap Pemerintah dapat memperhatikan kondisi pendidikan yang ada di pelosok,"tutup Rina

(Lap.Mutma)

Sebelumnya
Selanjutnya