Selasa, 29 September 2020

DPP SIMPOSIUM Resmi Laporkan Tindakan Represif Oknum Kepolisian Ke Propam Polda Sulsel

MAKASSAR, KNEWS - Terkait kasus tindakan represif oknum kepolisian terhadap salah satu mahasiswa pada 24 September 2020 lalu. Dewan Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Penggiat konstitusi dan Hukum (DPP SIMPOSIUM) menyambangi Propam Polda Sulsel untuk melaporkan kejadian tersebut, Senin (28/09/2020).

Sebelummya ratusan Mahasiswa menggelar aksi memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang berujung pembubaran paksa oleh aparat kepolisian. Akibatnya, 27 Mahasiswa ditangkap dan beberapa mengalami luka akibat pembubaran paksa tersebut. Juga, aksi ini diwarnai dengan  tindakan represif oleh oknum kepolisian hingga satu mahasiswa UIN Alauddin Makassar dirawat di Rumah Sakit setempat. 

Muh Rizal (korban) sangat menyayangkan tindakan oknum kepolisian yang melukai alis bagian kirinya dengan moncong senjata gas air mata dan mengakibatkan luka sobek hingga 7 jahitan. Mahasiswa yang kerap disapa Ical ini juga menganggap bahwa aparat kepolisian sudah jauh dari kata mengayomi. 

"Selama ini saya berekspektasi bahwa aparat kepolisian sebagai pengayom yang bermartabat, namun dengan sendirinya telah melunturkan ekspektasi saya atas tindakannya yang melukai mahasiswa," ungkapnya. 

Ketua Umum DPP SIMPOSIUM, Ahmad Zulfikar, juga angkat bicara terkait kasus ini.

"Ini bukan suatu kewajaran, tak mungkin hal demikian akan kami diamkan, soal kemanusiaan adalah tanggungjawab kita semua, apalagi jika oknum aparat yang membabibuta melakukan tindakan represif," ujarnya.

Lebih lanjut, mahasiswa yang kerap disapa Andang ini mengatakan bahwa tindakan tersebut jauh dari citra kepolisian.

"Mungkin teman-teman sudah melihat beberapa video yang beredar pasca aksi HTN kemarin, sangat tak mencerminkan citra kepolisian, layaknya tertuang pada Perkap No. 1 tahun 2009 tentang penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Kasus ini akan terus kami kawal," tutup Fikar.
(RA)

Sebelumnya
Selanjutnya