Kamis, 26 Juli 2018

APBN Perubahan 2018 Tidak Ada, Ini Kata Menteri Keuangan Sri Mulyani


KNEWS, EKONOMI - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menerima usulan pemerintah untuk tidak melakukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018. Keputusan tersebut dilakukan, setelah Komisi XI DPR mendengar langsung penjelasan dari pemerintah mengenai kondisi perekonomian global dan Indonesia saat ini.

Menanggapi hal tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersyukur jika DPR bisa menerima alasan mengapa pemerintah memutuskan untuk melakukan APBN-P. Lebih lanjut, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Komisi XI DPR-RI untuk memberikan update tentang kondisi perekonomian global dan Indonesia sepanjang tahun ini.


Dirinya bahkan akan menerima masukan-masukan yang diberikan kepada pihak pemerintah yang berkaitan dengan kinerja pemerintah dari sisi ekonomi. Justru menurutnya, masukan-masukan tersebut akan dijadikan landasan agar pemerintah bisa lebih baik lagi dalam mengelola keuangan negara.

"Kami berterimakasih atas pemahaman ini. Karena sesuai tadi dapat berkomunikasi dengan baik dengan Komisi XI ataupun DPR secara umum. Terima kasih atas seluruh masukan dan pertanyaan dan masukan," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
Langkah selanjutnya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengaku akan menjaga perekonomian Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menjaga betul kinerja dari faktor-faktor penopang pertumbuhan ekonomi.

Seperti meningkatkan kinerja ekspor yang menurutnya saat ini neraca perdagangan Indonesia masih defisit. Selanjutnya adalah dengan meningkatkan investasi yang masuk ke dalam negeri.

"Kita akan tetap menjaga dari sisi kinerja ekonomi dan faktor-faktor yang menopangnya," ucapnya.
Dengan menjaga faktor-faktor tersebut lanjut dirinya, perekonomian Indonesia akan menjadi negara dengan sentimen positif dibandingkan negara lainnya. Apalagi ditengah kondisi perekonomian yang sedang dalam ketidakpastian, tentunya hal tersebut menjadi sangat penting.

"Sehingga Indonesia bisa dilihat dari sisi atau dibandingkan negara-negara emerging yang lain kita memiliki positif yamg sentimen tetap bisa terjaga. Meskipun kita tahu secara global akan terjadi rebalancing," tegasnya.(*)

Sebelumnya
Selanjutnya