Senin, 17 Juni 2019

Mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian UNM Berhasil Olah Kulit Pisang menjadi Pangsit

MAKASSAR - Panganan olahan dari pisang di kota Makassar belakangan ini menjamur diberbagai toko dan kedai disepanjang jalan protokol Makassar, baik skala rumahan hingga Restoran.
Pisang sendiri memang sangat dekat dengan masyarakat di kota Daeng ini. Tak ayal, panganan seperti Es Pisang Ijo, Pisang Epe, Pallu Butung, Barongko hingga Sanggara Belanda laris manis dipasaran.
Namun, larisnya makanan olahan tersebut meninggalkan seberkas permasalahan. Kulit pisang yang tak termanfaatkan menjadi limbah dan kian mengotori kota yang belakangan ini akrab dengan masalah banjir ini.
Hal tersebutlah yang mendorong  3 Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk berinovasi menciptakan produk olahan yang ekonomis serta mengurangi penumpukan sampah di Kota.
Hingga lahirlah inovasi Pa’Kupas atau Pangsit Kulit Pisang yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Adalah Devi Novi Yanti B, Nurhikmah dan Muh Agus, Mahasiswa dari Prodi Pendidikan Teknologi Pertanian dan Pendidikan Teknik Mesin yang menjadi inisiator Inovasi baru ini.
Tak hanya itu, gagasan ini pun turut menarik minat masyarakat untuk menjajal produk lain dari yang lain ini.
Itu dapat dilihat dari antusiasnya Masyarakat Kel. Mannuruki Kec. Tamalate yang mengikuti pelatihan pembuatan pangsit kulit pisang ini.
Salah satu warga yang sekaligus pengelola Panti Asuhan Setia Karya melihat inovasi ini dapat menjadi peluang usaha, khususnya bagi panti asuhan yang ia kelola.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan dan juga mengajarkan cara meminimalisir limbah kulit pisang yang ada dimasyarakat dan menjadi peluang usaha” ujarnya.
Mahasiswa bimbingan Dr. Ir. Muhammad Wiharto, M.Si menjadi satu dari sekian Mahasiswa yang berkesempatan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). (*)

Sebelumnya
Selanjutnya