Kamis, 20 Juni 2019

Tertembak Polisi, Ayah Korban Pertanyakan Kematian Anaknya

Foto korban di RS Bayangkara

KNEWS, MAKASSAR - Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Riswan Jaya alias Ciwang(20) tiba di rumah duka di Jl. Bontoduri VII, Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Dg. Sijaya ayah riswan sangat terpukul atas kepergian anak sulungnya, ia tidak menyaka anaknya akan meninggal akibat timah panas anggota kepolisian.

Dg. Sijaya mengaku dihubungi kepolisian sekitar jam 1 siang untuk dipanggil datang di RS Bhayangkara, ia tidak menyangka anaknya sudah terbujur kaku.

"Sekitar jam 1 siang pa RW datang kerumah, na panggilka keluar di teras rumah, biar tidak di dengar sama mamanya, na kasi bicarama sama polisi, disuruhka datang di Bhayangkara, datangka di sana meninggalmi anakku kodong, dari jam 10 pagi katanya sudah meninggal," Tutur Dg. sijaya dengan matanya yang berkaca-kaca kepada wartawan, Kamis (20/6).

Diketahui sebelumnya dikutip dari makassartoday.com Kabid Humas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, Ciwang sebelumnya berhasil diamankan tanpa perlawanan di rumahnya, Jl Bontoduri VII, Kecamatan Tamalate Kota Makassar.

Tim Resmob Polda Sulsel dibwa pimpinan AKP Edy Sanhara MB, Setelah dilakukan interogasi kemudian tersagka di bawa ke wilayah Tamalate kota Makassar untuk menunjukkan TKP-nya.

“Pada saat dalam perjalanan di Jl Metro Tanjung Bunga, tersangka membrontak dan berupaya merampas senjata api milik anggota akan tetapi tidak berhasil,” Jelas Dicky Sondani.

Tersangka disebut melarikan diri sehingga anggota mengejar dan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali.

“Tembakan peringatan itu tak digubris oleh tersangka, sehingga anggota mengarahkan tembakan ke arah pelaku dan tidak lama kemudian pelaku terjatuh, setelah dicek ternyata mengenai pada bagian punggung kiri sebanyak tiga kali,” Sambungnya.

Selanjutnya Ciwang dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pertolongan pertama. Namun oleh dokter dinyatakan tersangka Ciwang sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Hingga saat ini, ayah Riswan masih belum percaya informasi yang beredar yang mengatakan anaknya memberontak dan mencoba merebut senjata anggota kepolisian.

"Bagaimana mungkin anakku melawan sementara tangannya pasti di borgol, kalau memang lari kenapa dadanya yang langsung di tembak?, waktu di tangkap saja na tidak melawanki" Jelasnya kepada wartawan. (*)

*Laporan : Dwi Putra

Sebelumnya
Selanjutnya