Kamis, 17 September 2020

LSM GEMPUR Laporkan Beberapa Pejabat Keerom di Kejati Papua Terkait Dugaan Korupsi


JAYAPURA, KNEWS - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara (GEMPUR) Papua bersama beberapa LSM lainnya melaporkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom terkait indikasi penyalahgunaan kewenangan dan anggaran Negara ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua, Kamis (17/09/2020) 

Massa yang terdiri dari perwakilan LSM DPW Gempur Papua, DPC Gempur Keerom, Kota dan Kabupaten Jayapura, LSM WGAB Papua, LSM FPPD Papua, LSM Barapen, LSM Geber, LSM PKN Kota Jayapura, LP3BH Manokwari, sudah berkumpul di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua sejak pukul 09.00 WIT

LSM Gempur Papua melaporkan beberapa pejabatan di lingkungan Kabupaten Keerom terkait indikasi penyalahgunaan anggaran dengan total sebesar Rp. 69.898.640.000, yang secara terperinci sebagai berikut :
1. Pembangunan 4 Puskesmas Afirmasi Program Jokowi yaitu : Puskesmas Kenandega Waris, Puskesmas Senggi, Puskesmas Ubrub dan Puskesmas Milky dengan total Rp. 37.990.646.000
2. Mark Up Pengadaan APD untuk Penanganan COVID-19 di Kab. Keerom senilai Rp. 655.930.000
3. Mark Up Pengadaan Termogun untuk Penanganan COVID-19 di Kab. Keerom senilai Rp. 258.500.000
4. Pembayaran Insentif Tim Gerak Cepat dan Tenaga Kesehatan RSUD dan Ruang Isolasi bulan April – Mei 2020 senilai Rp. 580.000
5. Penyalahgunaan dana COVID-19 yang berasal dari refocusing anggaran APBD Pemerintah Kab. Keerom yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tanpa melalui mekanisme yang jelas senilai Rp. 30.143.500.000
6. Pertanggung Jawaban fiktif Bendahara Dinas Kesehatan Kab. Keerom untuk Dana Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas Waris senilai Rp. 270.064.000

Adapun pejabat yang dilaporkan adalah sebagai berikut :
1. Dr. Rony Situmorang selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom
2. Vincentius Jehadu selaku Kepala Inspektorat Kabupaten Keerom
3. Betty R. Panjaitan selaku Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom
4. Nanang Zulaiha selaku Bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom
5. Muh. Markum selaku Ketua Gugus Tugas COVID-19 dan juga Bupati Kabupaten Keerom

Sesuai dengan surat yang dimasukkan, LSM Gempur Papua yang meminta untuk audiensi dan menyerahkan laporan langsung kepada Kepala Kejaksaan Tinggi tetapi karena terkait Pandemi COVID-19 pihak Kejati hanya meminta untuk 2 orang yang diperbolehkan bertemu untuk Audiensi.

Koordinator massa, Panji Agung Mangkunegoro mengatakan bahwa dirinya ingin melibatkan beberapa Pimpinan LSM yang hadir dan media untuk sama-sama audiensi dan menyerahkan laporan agar proses yang berjalan dapat transparan tetapi pihak kejati menolak akan hal tersebut.

"Sempat terjadi adu argumen didepan Kantor antara Pihak Kejati yang didampingi oleh Kepolisian Jayapura dengan Massa Pelapor hingga akhirnya sekitar pukul 15.00 massa diizinkan masuk sebanyak 5 orang dan media disediakan ruang tersendiri untuk jumpa pers," ucap Panji.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Pardi Muthalib, mengatakan bahwa setelah menerima laporan selanjutnya akan dikaji dan menyusun langkah berikutnya.

"Jika laporan yang kami kaji terdapat indikasi kuat dan didukung dengan bukti-bukti yang mendukung maka kita akan membentuk tim untuk langkah selanjutnya," ujar Pardi

"Saya pun meminta waktu dalam mengkaji dan melakukan langkah-langkah dalam proses ini dalam waktu yang belum dapat ditentukan," tambahnya.

Disisi lain, Panji setelah penyerahan laporan mengatakan bahwa pihaknya memohon restu dan doa dari masyarakat Keerom agar proses ini dapat berjalan dengan baik.

"Saya tidak akan mundur untuk terus memperjuangkan hak-hak Masyarakat di Kabupaten Keerom terkhusus para tenaga kesehatan," tuturnya.

Costantina Sisiliah Patipeme selaku Kepala Puskesman Senggi yang turut hadir menyampaikan rasa terima kasih kepada LSM Gempur Papua serta pihak yang berpartisipan. 

"Terima kasih kepada LSM Gempur Papua dan pihak lainnya yang terus semangat memperjuangkan kebenaran dan membantu kami sehingga nantinya kami harapkan masyarakat bisa merasakan dampak yang sesungguhnya," tutupnya.

(Ril/Haeril)

Sebelumnya
Selanjutnya