Kamis, 26 Juli 2018

Pelayanan Kesehatan Berbasis Teknologi


KNEWS, TEKNOLOGI - Dalam era milenial, hidup orang bergantung pada dunia teknologi. Sampai-sampai untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal pun harus akses lewat Internet. Hal itu sangat sulit dipungkiri, pesatnya perkembangan teknologi membuat beberapa orang tidak boleh ketinggalan. Termasuk penyedia jasa layanan kesehatan seperti rumah sakit. Ada sistem yang mengatur dengan basis teknologi.

Pasien jadi tambah mudah mendapatkan layanan dan mendapatkan akses cepat. Pasien juga nantinya tidak perlu datang ke rumah sakit dan harus menghadapi antrian yang panjang.

Kalau sering mengantri datang ke rumah sakit untuk sekedar registrasi atau melakukan pembayaran, tentu membuat orang jadi malas bahkan mungkin lamanya alur pelayanan. Karenanya, setiap rumah sakit seharusnya berusaha mengandalkan sistem teknologi yang canggih agar memudahkan pasien.

Liny Group yang membawahi PT. Liny Jaya Informatika, Perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi selama beberapa tahun dalam membangun berbagai jenis prodak Teknologi Informasi, baik dilingkup pemerintah maupun swasta. Salah satunya sistem pelayanan di bidang kesehatan semakin hari bertambah pesat. Majunya era digitalisasi bisa membuat orang jadi lebih praktis saat berobat atau sekedar konsultasi dengan dokter, sistem informasi kesehatan yang kami buat dan kembangkan merupakan sebuah sistem yang di bangun untuk menghasilkan informasi di seluruh tingkatan seperti Pustu, PKM, atau Rumah Sakit yang di kelola secara sistematis untuk meningkatkan penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat, sistem yang kami bangun disesuaikan dengan kebutuhan prioritas yang ada pada setiap  lingkup instansi kesehatan. Kata Kalfin Alloto'dang, Kamis (26/7/18).

Lebih lanjut, Kalfin menjelaskan; "Selain modul sistem antrian mobile yang ada pada sistem informasi kesehatan PT. Liny Jaya Informatika saat ini juga membangun sebuah sistem informasi kesehatan yang dilengkapi dengan beberapa modul lainnya seperti modul konsultasi gratis secara mobile yang dapat dilakukan oleh masyarakat mulai dari tingkat Pustu, PKM atau rumah sakit bahkan didalam sistem infomasi kesehatan tersebut dapat menjaring data-data pelaporan gizi buruk daerah maupun seputar pelaporan imunisasi dan ibu hamil dalam rangka meningkatkan pelayanan secara praktis dan efisien kepada masyarakat dalam lingkup bidang kesehatan, banyak produk yang kami telah ciptkan dan sudah bermitra dengan beberapa instansi kesehatan seperti rumah sakit, baik itu rumah sakit pemerintah maupun swasta, selain yang saya sampaikan di atas adapun prodak kami diantaranya: Sistem informasi data penyakit, sistem informasi puskesmas, sistem informasi puskesmas terkoneksi rumah sakit, sistem informasi tenaga medis, sistem informasi kesehatan daerah, sistem informasi data geografis pelayanan kesehatan, sistem informasi layanan dan aduan kesehatan, serta masih banyak lainnya", kata CEO Liny Group tersebut.

Struktur birokrasi yang panjang sering kali menjadi kendala bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, dan begitu pula sebaliknya tenaga medis untuk mengetahui secara cepat data dari masyarakat guna melakukan pelayanan prioritas, serta pasien dalam memberikan masukan ataupun koreksi kepada pihak pengambil kebijakan. Teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kendala ini.

"Dia menambahkan, Pada akhirnya dunia medis dan kesehatan akan bergeser ke dalam dunia digital. Itu artinya sistem digitalisasi sangat berperan, dalam mengakses pelayanan kesehatan dari segi apapun, pasien kini mudah menggunakan situs atau aplikasi dalam mencari informasi apapun di dunia kesehatan".

"Smartphone bahkan saat ini benda yang tak pernah ketinggalan di bawa pergi kemanapun. Dengan mudahnya seseorang mengakses kebutuhan, termaksud kebutuhan akan kesehatan. Akan jadi lebih efisien mendapatkan informasi seputar kesehatan, Smartphone benar-benar menjembatani sistem digitalisasi pada lingkup kesehatan. Sehingga terciptalah efisiensi akses dan tingkat pelayanan bagi masyarakat," terangnya.

"Teknologi informasi tidak hanya sebatas sistem dan data. Hal positif ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, guna melakukan pelayanan kesehatan yang lebih baik" pungkas praktisi IT tersebut. (*)

Sebelumnya
Selanjutnya