Minggu, 27 September 2020

LKBHMI PB : Oknum Aparat Pelaku Penganiaya Kader HMI Harus di Proses Hukum


MAKASSAR, KNEWS - Aksi Demonstrasi memperingati Hari Tani Nasional Kamis, 24 September 2020 yang digelar di Makassar  yang berujung dengan penangkapan dan tindakan represif sebanyak 27 mahasiswa hingga mengakibatkan luka , bahkan sampai ada yang dirawat di Rumah Sakit Setempat. 

Hal ini mengundang reaksi Arlifin Akbar, Direktur Eksternal Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam PB HmI yang Menilai Tindakan Represif Aparat hingga mengakibatkan luka sangat merusak citra dari Kepolisian yang notabenenya melanggar Prinsip nesesitas, proporsionalitas dan reasonable Yang jelas telah tertuang pada Perkap No. 1 tahun 2009 tentang penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. 

Selain itu Pasal 18 ayat (1) dan (2)  UU No. 9 Tahun 1998 Tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di Muka Umum turunan dari yang menyatakan bahwa:

Ayat (1) “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan Undangundang ini dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun” Ayat (2) “Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah kejahatan."

"Tidak ada alasan yang jelas untuk membubarkan,menangkap dan melakukan tindakan represif Aparat Kepolisian hingga mengakibatkan Luka, Sehingga tindakan yang memalukan ini Harus di Proses secara Hukum," pungkas Arlifi. Minggu (27/09/20)

"Untuk sementara kami dari LKBHMI PB akan melakukan Koordinasi kepada LKBHMI Cabang Se-SulselBar untuk mengawal kasus tindakan represif yang dilakukan oleh pihak aparat kepolisian,'" tutupnya

(Red)

Sebelumnya
Selanjutnya