Kamis, 05 November 2020

Mantan Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Selesaikan Pendidikan Doktor


GOWA, KNEWS- alah satu alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, sekaligus mantan Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. M. Yusri, S.Sos.,S.Pd.,M.Si melakukan ujian provesi Doktor-Nya dengan mengangkat judul "Pendidikan Karakter Anggota Dalam Pola Perkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya" di Gowa, Kamis (05/11/2020).

Dalam paparan disertasi, Dr. M. Yusri menyatakan bahwa dengan pola perkaderan yang dijalankan HMI Cabang Gowa Raya memberikan peluang bagi pembentukan identitas kemahasiswaan.

Sejalan dengan pendidikan karakter yang menjadi muatan kurikulum nasional, HMI turut dalam pengembangan Pendidikan melalui organisasi ekstra.

Dalam ujian ini, ratusan peserta yang hadir, salah satu di antaranya ada Ahmad Zulfikar selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Penggiat Konstitusi dan Hukum (DPP SIMPOSIUM) turut hadir juga Prof. Ismail Suardi Wekke, Adjunct Professor di Academy of Islamic Studies and Arabic Language, University College of Yayasan Pahang, Malaysia, juga hadir. 

“Tidak saja dari Gowa Raya, tetapi juga Indonesia, dari Cabang Merauke, sampai Cabang banda Aceh” kata Abdul Razak Said, mantan Ketua Umum Badko HMI Sulselrabar 2006-2008.

Kegiatan yang dilakukan melalui Aplikasi Zoom ini, Ahmad Zulfikar dan Prof. Ismail Suardi Wekke menyampaikan ucapan selamatnya kepada M. Yusri. 

"Kami keluarga besar DPP SIMPOSIUM mengucapkan selamat dan sukses atas pencapaian gelar Doktor-Nya, kakanda Dr. M. Yusri, S.Sos.,S.Pd.,M.Si. Semoga kedepanya semakin progresif dan mengedepankan nilai-nilai ilmu pengetahuan" pungkas Fikar selaku Ketua Umum.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan kesyukuran dan kebangaan bahwa mantan presiden mahasiswa UIN Alauddin telah menyelesaikan Pendidikan doktor.

Ismail juga mengemukakan bahwa disertasi sesungguhnya adalah awal dalam berkarya. “Untuk itu, menjadi seorang doktor memikul tanggungjawab sosial”, kata Ismail, yang juga dosen IAIN Sorong.

“Tidak menjadi doktor pohon pisang. Hanya menyelesaikan disertasi, dan itu satu-satunya karya yang dihasilkan. Sebaliknya, menjadi doktor pohon Nangka, berbuah terus menerus bukan berdasarkan musim,” tutup Ismail.

(Ril/RA)

Sebelumnya
Selanjutnya